TUGAS SOFTSKILL 3
DOSEN PEMBIMBING :
“MUJIYANI”
NAMA : DONA AMALIA HANUM
KELAS : 4EB07
NPM : 23214238
FAKULTAS EKONOMI - JURUSAN
AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
ANALISIS CONTOH KASUS :
Terdapat
rumah sakit yang memiliki kasus pencurangan yang disengajai oleh direktur utama
dari rumah sakit, yang memiliki kerugian yang sangat besar, bukti transaksi
yang seharusnya transparan ini ia tidak mau dikeluarkan kepada pemilik rumah
sakit, sehingga tidak jelas aliran dananya.
Pelanggaran
kode etik dari contoh kasus ini adalah :
1. Integritas,
yaitu seharusnya dibutuhkan anggota untuk harus berterus terang dan bersikap
jujur. Tapi yang dilakukan oleh direktur utama yang dikira telah dipercayai
oleh pemilik rumah sakit dalam memegang jabatannya melakukan hal yang
sebaliknya yaitu dia tidak bersikap jujur dalam mengelola keuangan dan tidak
mau berterus terang atas hal yang telah terjadi sebenarnya.
2. Objektifitas,
dalam hal ini dibutuhkan sikap yang adil, tidak memihak dan
bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Dalam
contoh kasus tidak mencerminkan kode etik objektifitas dimana direktur utama
bebas memilih kepentingan pribadi dalam mengelola keuangan dan tidak menunjukan
kewajiban professional nya terhadap rumah sakit.
3. Tanggung jawab profesi, dalam
melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus
senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan
yang dilakukannya. Tapi dalam contoh kasus berbanding terbalik dengan tugas
tanggung jawab professional, direktur utama tidak menggunakan moral dan sikap
profesionalnya dalam bekerja sehingga rumah sakit mengalami kerugian yang sangat
besar atas perilaku tidak professional yang telah ia perbuat.
Contoh
kasus ini dibutuhkan audit investigasi untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau
kejahatan yang dilakukan oleh direktur utama. seorang auditor memulai suatu
audit dengan praduga/ indikasi akan adanya kemungkinan kecurangan dan kejahatan
yang akan diidentifikasi dan diungkap melalui audit yang akan dilaksanakan.
Kondisi tersebut akan mempengaruhi wawancara terhadap direktur utama dan
pemilik terlebih dahulu atau dokumen yang harus dikumpulkan terlebih dahulu
yaitu bukti-bukti transaksi dan lainnya yang mempengaruhi perginya aliran dana.
Mekanisme dalam melakukan Audit Investigasi, yang harus dilakukan terhadap contoh kasus adalah:
1. Mengumpulkan data dan informasi serta menganalisis adanya indikasi korupsi.
2. Mengembangkan hipotesis
kejahatan dan merencanakan audit; diantaranya:
• Dapatkan informasi mengenai siapa yang berwenang/ melakukan otorisasi uang keluar dengan nominal yang signifikan.
• Dapatkan informasi mengenai siapa yang berwenang/ melakukan otorisasi uang keluar dengan nominal yang signifikan.
3. Melaksanakan audit untuk mengumpulkan bukti-bukti
yang mendukung hipotesis
• Dalam melaksanakan audit investigatif maka auditor harus menerapkan pendekatan yang relatif berbeda dengan pendekatan yang dilaksanakan dalam audit non investigative, diantaranya adalah:
• Auditor melaksanakan wawancara terhadap saksi yang mendukung audit dan menganalisa dokumen yang tersedia.
• Auditor menggunakan bukti tidak langsung yang tersedia untuk meyakinkan saksi-saksi agar bisa mendapatkan bukti-bukti yang secara langsung menunjukkan terjadinya kecurangan atau kejahatan.
• Jika sudah mendapatkan bukti-bukti yang cukup, auditor dapat mewawancarai orang-orang yang diduga melakukan kecurangan atau kejahatan terutama untuk membuktikan adanya unsur niat atau kesengajaan.
• Auditor juga harus mampu mengidentifikasi dan mengungkap adanya indikasi/ keberadaan fraud dengan pengungkapkan mengenai:
• What/ Apa yang menjadi masalah indikasi fraud dalam perusahaan?
• Who/ Siapa yang diduga/ terindikasi melakukan fraud?
• Where/ Dimana indikasi suatu fraud terjadi?
• When/ Kapan pelaku melakukan fraud tersebut?
• Why/ Mengapa fraud bisa terjadi di perusahaan?
• How(how much)/ Bagaimana fraud bisa terjadi? dan berapa besar kerugian akibat fraud tersebut?
• Dokumentasi Audit; auditor harus mendokumentasikan hasil auditnya dalam kertas kerja audit, kertas kerja akan direview team leader dan manajer audit (Partner in Charge) dan dikumpulkan serta disusun secara sistematis di dalam suatu tempat penyimpanan dokumen
• Penyelesaian Pelaksanan Audit; Jika auditor telah melaksanakan program kerja pemeriksaan yang diperlukan dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjawab pertanyaan 5W+H yang ada maka auditor dapat menghentikan audit dan menyusun Laporan Hasil Audit Investigatif.
• Dalam melaksanakan audit investigatif maka auditor harus menerapkan pendekatan yang relatif berbeda dengan pendekatan yang dilaksanakan dalam audit non investigative, diantaranya adalah:
• Auditor melaksanakan wawancara terhadap saksi yang mendukung audit dan menganalisa dokumen yang tersedia.
• Auditor menggunakan bukti tidak langsung yang tersedia untuk meyakinkan saksi-saksi agar bisa mendapatkan bukti-bukti yang secara langsung menunjukkan terjadinya kecurangan atau kejahatan.
• Jika sudah mendapatkan bukti-bukti yang cukup, auditor dapat mewawancarai orang-orang yang diduga melakukan kecurangan atau kejahatan terutama untuk membuktikan adanya unsur niat atau kesengajaan.
• Auditor juga harus mampu mengidentifikasi dan mengungkap adanya indikasi/ keberadaan fraud dengan pengungkapkan mengenai:
• What/ Apa yang menjadi masalah indikasi fraud dalam perusahaan?
• Who/ Siapa yang diduga/ terindikasi melakukan fraud?
• Where/ Dimana indikasi suatu fraud terjadi?
• When/ Kapan pelaku melakukan fraud tersebut?
• Why/ Mengapa fraud bisa terjadi di perusahaan?
• How(how much)/ Bagaimana fraud bisa terjadi? dan berapa besar kerugian akibat fraud tersebut?
• Dokumentasi Audit; auditor harus mendokumentasikan hasil auditnya dalam kertas kerja audit, kertas kerja akan direview team leader dan manajer audit (Partner in Charge) dan dikumpulkan serta disusun secara sistematis di dalam suatu tempat penyimpanan dokumen
• Penyelesaian Pelaksanan Audit; Jika auditor telah melaksanakan program kerja pemeriksaan yang diperlukan dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjawab pertanyaan 5W+H yang ada maka auditor dapat menghentikan audit dan menyusun Laporan Hasil Audit Investigatif.
4. Penyusunan Laporan Hasil Audit
Setelah selesai melaksanakan audit maka Ketua Tim Audit menyusun laporan audit investigatif, yang disusun dengan memperhatikan ketentuan penyusunan laporan audit investigatif sebagai berikut:
·
akurat dalam arti bahwa seluruh materi laporan misalnya
menyangkut kecurangan atau kejahatan yang terjadi serta informasi penting
lainnya, termasuk penyebutan nama, tempat atau tanggal adalah benar sesuai dengan
bukti-bukti yang sudah dikumpulkan.
·
Jelas dalam arti bahwa laporan harus disampaikan secara
sistematik dan setiap informasi yang disampaikan mempunyai hubungan yang logis.
Sementara itu, istilah-istilah yang bersifat teknis harus dihindari dan kalau tidak
bisa dihindari harus dijelaskan secara memadai;
·
Berimbang dalam arti bahwa laporan tidak mengandung bias atau
prasangka dari auditor yang menyusun laporan atau pihak-pihak lain yang dapat
mempengaruhi auditor. Laporan hanya memuat fakta-fakta dan tidak memuat opini
atau pendapat pribadi auditor
·
Relevan dalam arti
bahwa laporan hanya mengungkap informasi yang berkaitan langsung dengan
kecurangan atau kejahatan yang terjadi.
·
Tepat waktu dalam arti bahwa laporan harus disusun segera
setelah pekerjaan lapangan selesai dilaksanakan dan segera disampaikan kepada
pihak-pihak yang berkepentingan.
JENIS – JENIS AUDIT :
Audit berarti pemeriksaan. Dalam konteks akuntansi, audit merupakan pemeriksaan yang berkaitan dengan berkas dan laporan keuangan sebuah organisasi atau institusi.
Audit berarti pemeriksaan. Dalam konteks akuntansi, audit merupakan pemeriksaan yang berkaitan dengan berkas dan laporan keuangan sebuah organisasi atau institusi.
1. Jenis-jenis
Audit Berdasarkan Bidang yang Diperiksa
- Audit
Operasional
Audit
ini melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan operasional yang dilakukan oleh
sebuah perusahaan. Adapun hal-hal yang tercakup di dalam audit operasional
adalah kebijakan akuntansi dan operasional manajemen yang telah ditetapkan.
Auditor akan memeriksa apakah kegiatan operasional sudah berjalan sesuai dengan
koridornya secara efektif dan efisien.
- Audit
Laporan Keuangan
Seperti
namanya, audit keuangan berarti melakukan evaluasi terhadap laporan sebuah
entitas dalam organisasi atau instansi. Boleh dibilang, audit laporan keuangan
merupakan jenis audit yang cukup sensitif dan mendebarkan. Auditor akan
mengecek kesesuaian antara data-data di dalam laporan dan data-data riil untuk
menghasilkan sebuah pendapat apakah laporan tersebut telah sesuai atau belum
sesuai prinsip-prinsip yang berlaku.
- Audit
Ketaatan
Audit
keuangan bertujuan untuk mengetahui apakah organisasi atau institusi sudah
menjalankan kegiatannya sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak. Aturan
yang harus dipenuhi pun tidak hanya berasal dari internal organisasi atau
instistusi, tetapi juga dari eksternal seperti aturan pemerintah.
- Audit
Sistem Informasi
Di
era digital ini, akuntansi pun turut memanfaatkan kehadiran teknologi. Kantor
Akuntan Publik (KAP) akan melakukan pemeriksaan terhadap organisasi atau
institusi yang melakukan proses data akuntansi pada sistem EDP.
Dalam
proses audit ini pun, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Auditor harus mampu
menjaga kerahasiaan data dan melindungi komputer dari berbagai sisi seperti
modifikasi data, akses dari phak yang tidak memiliki otoritas, dan sebagainya.
Selain
empat jenis ini, ada jenis audit lainnya yang dilakukan, yakni audit
lingkungan, audit forensik, dan audensi investigasi.
2. Jenis-jenis
Audit Berdasarkan Luas Pemeriksaan
- Pemeriksaan
Umum
Audit
ini dilakukan atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik
yang independen.
- Pemeriksaan
Khusus
Audit
ini dilakukan atas permintaan audit secara khusus oleh Kantor Akuntan Publik.
3. Jenis-jenis
Auditor
Saat
memutuskan untuk menjadi auditor, Anda sebaiknya sudah tahu jenis audior apa
yang akan dipilih. Pasalnya, auditor pun ada beberapa jenisnya seperti berikut
ini.
- Auditor
Internal
Menjadi
seorang auditor internal berarti Anda begabung dalam sebuah organisasi dan
instansi, lalu mengawasi kegiatan operasional serta aset organisasi atau
instansi tersebut.
- Auditor
Eksternal
Kebalikan
dari auditor internal, Anda justru tidak berasal dari organisasi atau institusi
yang akan diaudit. Anda tergabung dalam kantor akuntan publik sebagai pihak
ketiga yang bekerja secara objektif dan independen.
- Auditor
Pajak
Jelas
seperti sebutannya, auditor pajak berhubungan dengan hal-hal yang menyangkut
perpajakan. Auditor pajak akan melakukan audit tentang ketaan wajib pajak
sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
- Auditor
Pemerintah
Auditor
pemerintah jelas berkarir untuk melakukan audit terhadap kewajaran informasi
keuangan yang ada pada aset milik pemerintah. Tim auditor pun biasanya berasal
dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atau BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan
Pembangunan).
JENIS-JENIS KAP (THE BIG FOUR) :
1. Deloitte Touche Tohmatsu, (juga terkenal dengan
merek Deloitte) penghasilan diseluruh dunia mencapai 36.8 miliar dolar
Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun 2016 memperkerjakan
244.400 karyawan, berkantor pusat di London, Inggris.
2. Price waterhouse Coopers
(PwC), kantor ini adalah bentuk gabungan usaha antara Price
Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Penghasilan diseluruh dunia mencapai 35.9
miliar dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun 2016
memperkerjakan 223.468 karyawan, berkantor pusat di New York City.
3. Ernst and Young, penghasilan di seluruh dunia
mencapai 29.6 dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun
2016 memperkerjakan 231.000 karyawan, berkantor pusat di London, Inggris.
4. KPMG, merupakan salah satu jasa professional di dunia dan memiliki
3 jalur layanan yaitu audit, pajak, dan penasehat. Penghasilan di seluruh dunia
mencapai 25.9 dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun
2016 memperkerjakan 188.982 karyawan, berkantor pusat di Amsterdam, Belanda.
Sumber :

